Hitsnya Pandeglang

Articles by "keluarga"

Jakarta - Terbitnya beberapa peraturan baru Jaminan Kesehatan Nasional oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan disebut memancing reaksi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Sedianya, Pengurus Besar IDI akan melakukan konferensi pers untuk menanggapi terbitnya peraturan BPJS Kesehatan yang berpotensi menurunkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Namun konferensi pers yang rencananya dilakukan siang ini ditunda karena IDI sedang melakukan rapat pembahasan dengan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN).

Untuk mengetahui Peraturan Peraturan di BPJS Silahkan Klik Menuju Halaman Ini

Prof Ilham Oetama Marsis, SpOG, Ketua Umum PB IDI ketika dihubungi detikHealth membenarkan hal tersebut.

"Mohon maaf saya sedang rapat dengan DJSN. Nanti kalau sudah dan ada perkembangan terbaru akan dikabarkan," ujar Prof Marsis, Rabu (25/7/2018).

Belakangan, terbitnya peraturan baru BPJS memang memancing reaksi, baik dari kalangan dokter maupun pasien. Tanpa menyebut peraturan mana yang dimaksud, Prof Marsis membenarkan bahwa hal itu termasuk materi yang dibahas dengan DJSN siang ini.


Masih terkait layanan kesehatan, baru-baru ini seorang pasien kanker payudara HER2 Positif juga menggugat BPJS. Obat trastuzumab yang ia butuhkan dihapus dari daftar jaminan BPJS Kesehatan. Kepala Humas BPJS Kesehatan, Nopi Hidayat, menyebut ini adalah keputusan Dewan Pertimbangan Klinis yang dibentuk oleh Kementerian Kesehatan. (sumber:(mrs/up-DetikHealth / PFM)

Ingin Tahu Alamat BPJS Disekitar ? Berikut Yang Ada Di Kota Serang,Cilegon, Pandeglang, Lebak.


























































Kedeputian Wilayah Banten, Kalimantan Barat, dan Lampung Jl. Raya Serang - Pandeglang Km. 1 Kebon Jahe, Cipare Kota Serang Banten 42117(0254) 216984(0254) 216811
1KCU SERANG Jl. Saleh Baimin Kel. Cimuncang Kec. Serang, Kota Serang Banten 42111(0254) 7911745(0254) 7911796
aKLOK CilegonRuko Bonakarta Blok C No. 12 Kota Cilegon(0254) 385133-
bKLOK SerangJl Raya Serang - Jakarta Km. 68 Kec. Cikande(0254) 406040-
cKLOK PandeglangJl. Jend. Sudirman No. 14 Gardutanjak RT. 04/04 Kel. Pandeglang Kec. Pandeglang(0253) 205618-
dKLOK LebakJl. Sunan Kalijaga Kampung Cijoro, Kel Muara Ujung Timur, Kec. Rangkasbitung Kab. Lebak Banten(0252) 202025-
eLO CilegonWisma Krakatau Lt. 3 Cilegon(0254) 386318-

Serang - Kekerasan seksual terhadap anak masih jadi kasus terbanyak yang ditangani Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten. Dari 30 laporan dari Januari 2018, 53 persennya adalah kekerasan seksual.

"Di antara 30 kasus, sekitar 53 persen adalah kekerasan seksual. Ini yang pelakunya adalah orang terdekat. Misalkan keluarga korban dan termasuk pelaku ada ayang kandung dan ayah tiri," kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak Banten Muhammad Uut Luthfi kepada detikcom, Serang, Banten, Senin (23/87/2018).

Selain oleh orang terdekat, Uut mengatakan ada anak yang jadi korban oleh kenakalan anak sebayanya. Di samping anak jadi korban kekerasan seksual, di Banten ada kasus human traficking. Anak asal Lebak jadi korban penjualan orang dengan iming-iming pekerjaan tapi kemudian dijual ke daerah Batam. Ada juga laporan mengenai 3 kasus bullying di daerah Serang yang menyebabkan kekerasan fisik.

Di daerah kota Serang, Uut mengatakan bahwa anak-anak masih dijadikan komiditas orang tua untuk mencari nafkah di jalanan. Banyak anak yang dieksploitasi untuk menjadi anak jalanan saat sore hari sampai subuh.

"Mereka jadi korban eksploitasi ekonomi (orang tua)," ujarnya.

Tapi, dari segala keprihatinan terhadap upaya perlindungan anak ini, di Banten menurutnya sama sekali belum ada tempat rehabilitasi anak korban kekerasan seksual. Tak adanya program rehabilitasi ini dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru dan lebih serius.

"Ini jadi problem, belum ada pelayanan intensif diperuntukan rehabilitasi," ujarnya.

Selain itu, masyarakat Banten masih awam terhadap pendidikan sex secara dini. Misalkan mengenalkan orang tua agar anaknya tentang bagian tubuh mana yang tidak perlu disentuh oleh orang lain. Tidak ada komunikasi yang harmonis antara orang tua dan akan.

"Ini yang belum terbangun. Bagaimana komunikasi yang harmonis antara orang tua dan anak," tegasnya.
(bri/asp-detikcom / PFM)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget