Hitsnya Pandeglang

Articles by "jokowi"

Dilansir dari KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo, Senin Pagi (1/10/2018), menjadi inspektur upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila di halaman Monumen Pancasila Sakti, Kompleks Lubang Buaya, Jakarta Timur. upacara berlangsung tepat pukul 08.00 WIB. Presiden Jokowi yang mengenakan jas biru tua berjalan memasuki panggung upacara didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sementara Ibu Negara Iriana Jokowi yang mengenakan kebaya berwarna ungu dipadu kain batik dominasi warna cokelat berjalan di belakangnya bersama istri Wapres Kalla, Mufidah Kalla.

Adapun, para pimpinan lembaga negara, jajaran menteri Kabinet Kerja, para duta besar negara sahabat beserta undangan sudah terlebih dahulu berada di lokasi acara. Pukul 08.06 WIB, upacara memasuki prosesi mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi.

Teks Pancasila dibacakan oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Teks pembukaan UUD 1945 dibacakan oleh Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang. Adapun pembacaan ikrar Pancasila dibacakan oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.

Simak Videonya Berikut Ini: Jokowi Pastikan PKI takan Tumbuh Lagi di Indonesia


Sumber: ", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/01/08543111/jokowi-pimpin-upacara-hari-kesaktian-pancasila-di-lubang-buaya. Penulis : Fabian Januarius Kuwado Editor : Sabrina Asril
Republish Oleh: Dedi Andriana- Parantifm



Lika-liku Jokowi Vs Prabowo hingga Ditetapkan Jadi Capres 0 0 0 Jakarta - Joko Widodo dan Prabowo Subianto akhirnya resmi menyandang status calon presiden untuk Pilpres 2019.

Perjalanan keduanya menjadi capres berliku. Langkah Jokowi dalam mendapatkan dukungan partai maju Pilpres 2019 terbilang cukup mulus.

PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem dan Hanura memberi tiket ambang batas pengajuan capres untuk Jokowi yang merupakan petahana Presiden RI.

Perlu dicatat bahwa proses PKB menentukan sikap terbilang cukup alot karena partai yang pimpinan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin ini menjadi yang terakhir yang memberi dukungan ke Jokowi.

Perihal cawapres pendamping menjadi drama tersendiri di kubu Jokowi. Beberapa nama awalnya mencuat. Namun jelang pengumuman, nama Mahfud Md menjadi yang terdepan untuk dipinang. "Kalau resminya tadi pagi diminta CV. Tadi malam lalu diberi tahu untuk standby. Tadi pagi jadinya diminta CV," kata Mahfud kepada detikcom, Kamis (9/8/2018) sebelum pengumuman.

Sore hari bertempat di Restoran Plataran Menteng, seluruh ketum partai beserta sekjen pengusung dan pendukung Jokowi berkumpul untuk menandatangani nama cawapres. Mahfud yang menunggu di restoran lain hanya beberapa meter dari Plataran, harus menelan pil pahit.

"Dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai elemen masyarakat, maka saya putuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari parpol Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres 2019-2024 Profesor Ma'ruf Amin," kata Jokowi saat itu.

Ma'ruf kaget dan mengaku tak kecewa saat itu. Soal posisi ketua timses Jokowi-Ma'ruf juga sempat jadi teka-teki sebelum akhirnya pengusaha Erick Thohir yang ditunjuk pada 7 September 2018.

Erick yang bersahabat dengan Sandi, kini fokus membantu pemenangan Jokowi. Lain Jokowi, lain cerita Prabowo. Prabowo mesti keliling sana sini dalam mencari tiket Pilpres 2019.

Safari politik dilakukan Prabowo dengan kerap mengunjungi pimpinan partai yang kini menjadi koalisinya. Yang jadi perhatian khusus publik, Prabowo bertukar kunjungan dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pertemuan pertama Prabowo dengan SBY untuk membahas koalisi Pilpres 2019 terjadi pada Selasa 24 Juli 2018. SBY lantas balas mengunjungi Prabowo pada Senin 30 Juli 2018.

Gerindra dan Demokrat akhirnya sepakat berkoalisi. "Ada kehendak dari kedua pihak untuk menjalin suatu sinergi, suatu kerja sama yang erat dalam menghadapi keadaan negara yang dalam kesulitan," kata Prabowo dalam jumpa pers bersama SBY di rumahnya, Jl Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dua partai ini awalnya masih akur sampai isu cawapres menjadi kisah yang tak terlupakan oleh publik.

Elite Demokrat bahkan sangat marah dengan Prabowo. Kala itu, duet Prabowo-Sandiaga Uno tiba-tiba mencuat. Padahal, hasil Ijtimak Ulama I saat itu merekomendasikan Ustaz Abdul Somad Batubara atau Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri sebagai cawapres Prabowo.

Prabowo mempertimbangkan dua nama itu termasuk kader Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra SBY. "Prabowo ternyata kardus. Malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan.

Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus," kata Wasekjen Demokrat Andi Arief, Rabu (8/8/2018).

Sontak pernyataan Andi bikin panas hubungan Prabowo-SBY dan dua partai. Bahkan, Andi saat itu menyebut bahwa Demokrat akan meninggalkan koalisi dengan Gerindra, PAN dan PKS. Besoknya, Prabowo mengunjungi SBY. "Memang ada Pak Prabowo hadir sedang bicara dengan Pak SBY empat mata," kata Sekjen PD Hinca Pandjaitan di kediaman SBY, Mega Kuningan, Jaksel, Kamis (9/8/2018).

Malam itu ternyata malam deklarasi pasangan Prabowo-Sandi. Tanpa Demokrat, duet itu disahkan. Meski demikian, besok harinya pada 10 Agustus 2018, Demokrat ikut menandatangani dokumen pengusungan Prabowo-Sandi.

Drama telah berlalu. Kini, pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi resmi jadi capres-cawapres. Kedua pasangan tersebut akan mengambil nomor urut Pilpres 2019 hari ini.

(Sumber: http://detik.id/6YILIZ Detikcom gbr/idn )

Momen keakraban Joko Widodo (Jokowi) dengan rivalnya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 Prabowo Subianto di laga final Pencak Silat, Asian Games 2018 menarik perhatian publik. Sengitnya pertarungan politik menjelang Pilpres 2019 seakan terabaikan.

Momen tersebut memang terjadi bukan karena disengaja keinginan dua belah pihak. Namun, sosok Hanifan Yudani Kusumah yang berperan dengan merangkul keduanya hingga berpelukan.

Berikut Kilasan Videonya:



JOKOWI NGEVLOG:
https://www.facebook.com/Jokowi/videos/235287370490654/?t=46




Sumber: Video Oleh: CNN Indonesia, Photo Oleh: Ari-okezone

[caption id="attachment_336" align="alignleft" width="300"] Jokowi di JEC, Bantul. (Foto: Usman Hadi/detikcom)[/caption]

Bantul - Presiden Joko Widodo kembali berbicara tentang politisi kompor yang pekerjaannya memperkeruh suasana dan mengoyak persatuan bangsa. Menurutnya, politisi kompor adalah contoh politisi yang tidak patut dijadikan pedoman.

"Jangan mau dikompor-kompori sama politisi yang enggak benar. Politisi-politisi yang enggak benar ya," ucap Jokowi di hadapan ribuan kades di acara peningkatan kapasitas pemerintahan desa di Jogja Expo Center (JEC) Bantul, Rabu (25/7/2018).

Jokowi berharap masyarakat tidak terbelah karena perbedaan pilihan politik di Pemilu. Menurutnya perbedaan politik adalah hal yang wajar, dan harus dihormati bersama.

"Energi kita habis nanti. Sudahlah, pilih pemimpin yang terbaik. Coblos, sudah. Rukun, sudah. Tapi memilih pemimpin harus tahu, lihat prestasinya, lihat track recordnya, lihat rekam jejaknya," ujarnya.


"Jangan karena dikompor-kompori (politisi). Sekarang kan banyak kompor, baik kompor minyak maupun kompor gas banyak," canda Jokowi disambut tawa para kades. Dalam kesempatan tersebut Jokowi juga berharap para kades menjadi aparatur terdepan yang menyejukkan masyarakat.

"Coba lihat di media sosial, yang namanya fitnah, saling mencela, hoax, kabar bohong. Habis energi kita kalau kita ngurus-ngurus kayak gitu itu. Saya titip ini yang pertama sampaikan ke rakyat kita. Jangan kerbawa suasana karena dikipas-kipasi," tutupnya.  (Sumber: Detiknews- mbr/mbr)

JAKARTA - Menjelang pembukaan pendaftaran pasangan calon presiden-calon wakil presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, intensitas suhu politik kian hangat.

Tadi malam Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu enam ketua umum partai politik (parpol) anggota koalisi di Istana Bogor. Momentum ini akan disusul dengan rencana per temuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hari ini. (24/07/2018)

Hari Anak adalah acara yang diselenggarakan pada tanggal yang berbeda-beda di berbagai tempat di seluruh dunia. Hari Anak Internasional diperingati setiap tanggal 1 Juni dan Hari Anak Universal diperingati setiap tanggal 20 November. Negara lainnya merayakan Hari Anak pada tanggal yang lain. Perayaan ini bertujuan menghormati hak-hak anak di seluruh dunia.

Di Indonesia, Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984 (wikipedia)

Presiden Jokowi merayakan hari anak nasionalnya dengan bermain bola di Istana Negara.
disadur dari Twitter KSPgoid:
Keceriaan tak dapat disembunyikan dari wajah anak-anak yang meramaikan halaman tengah Istana Merdeka saat Presiden @jokowi dan Ibu Negara Iriana menghabiskan waktu untuk saling bertegur sapa, bermain, dan bernyanyi bersama anak



Bagaimana Videonya? Berikut di kutip dari CNN Indonesia:



JAKARTA - Presiden Joko Widodo turut hadir dalam perhelatan We The Fest (WTF) 2018 hari terakhir, yang diadakan di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Minggu (22/7/2018). Jokowi datang ketika band White Shoes and The Couples Company menembangkan lagu ‘Lembe-Lembe’ sehingga membuat pengunjung heboh.

Jokowi rupanya tidak hanya menyaksikan para musisi-musisi yang hadir. Dalam kunjungan singkatnya, orang nomor satu di Indonesia itu tampak membeli kaos.

“Iya (datang ke sini), beli kaos juga,” kata Jokowi.

Sementara itu, penampilan White Shoes and The Couples Company mendapat respons positif dari Jokowi. Aransemen musik dari Sari cs dinilai mampu memuaskan kuping Presiden Jokowi.

“Ya bagus (bandnya). Memperkenalkan lagu daerah dengan aransemen musik kekinian ya. Diaransemen lagi, dicocokkan dengan tema. White Shoes tadi bagus sekali,” sambungnya.

Jokowi tak hanya mengapresiasi para musisi yang tampil, melainkan dirinya juga berkomentar tentang industri kreatif saat ini. Mengingat We The Fest 2018 telah berjalan dari tahun ke tahun sejak 2014 lalu.

“Kita punya potensi besar karena negara kita ini punya 714 suku dengan adat dan tradisi yang berbeda-beda. Itu patut diangkat baik itu dalam hal fashion, kuliner, musik, semuanya bisa. Kalau bisa diangkat dengan benar, bisa jadi satu kekuatan, potensi,” tukasnya. (LID-OKEZONE / PFM)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget