Hitsnya Pandeglang

Articles by "presiden"



Dalam akun instagramnya Presiden Joko Widodo @jokowi menyatakan hal berikut ini:

"Hari ini, Tentara Nasional Indonesia berusia 73 tahun, yang kita peringati dengan sebuah upacara dan parade yang sederhana di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.



Pertama-tama, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI yang telah dengan cepat, sigap, dan tulus hati membantu masyarakat korban bencana di Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan di tempat lain di negara kita. TNI bersama Polri selalu menjadi yang terdepan dalam melakukan penyelamatan dan evakuasi, juga memberikan pelayanan kesehatan, bahkan terlibat dalam rekonstruksi pascabencana.

Saya juga tak bosan mengingatkan pesan Jenderal Besar Soedirman tentang jati diri TNI bahwa politik tentara adalah politik negara, dan loyalitas tentara hanyalah loyalitas untuk kepentingan bangsa dan negara. TNI adalah milik nasional yang berada di atas semua golongan, yang tidak terkotak-kotak oleh kepentingan politik yang sempit.

Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara, tugas saya adalah bersama-sama menjaga NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Bersama-sama kita melawan ideologi lain selain Pancasila, memberantas komunisme dan warisan PKI agar lenyap dari negeri Indonesia selama-lamanya.

Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia!



Lika-liku Jokowi Vs Prabowo hingga Ditetapkan Jadi Capres 0 0 0 Jakarta - Joko Widodo dan Prabowo Subianto akhirnya resmi menyandang status calon presiden untuk Pilpres 2019.

Perjalanan keduanya menjadi capres berliku. Langkah Jokowi dalam mendapatkan dukungan partai maju Pilpres 2019 terbilang cukup mulus.

PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem dan Hanura memberi tiket ambang batas pengajuan capres untuk Jokowi yang merupakan petahana Presiden RI.

Perlu dicatat bahwa proses PKB menentukan sikap terbilang cukup alot karena partai yang pimpinan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin ini menjadi yang terakhir yang memberi dukungan ke Jokowi.

Perihal cawapres pendamping menjadi drama tersendiri di kubu Jokowi. Beberapa nama awalnya mencuat. Namun jelang pengumuman, nama Mahfud Md menjadi yang terdepan untuk dipinang. "Kalau resminya tadi pagi diminta CV. Tadi malam lalu diberi tahu untuk standby. Tadi pagi jadinya diminta CV," kata Mahfud kepada detikcom, Kamis (9/8/2018) sebelum pengumuman.

Sore hari bertempat di Restoran Plataran Menteng, seluruh ketum partai beserta sekjen pengusung dan pendukung Jokowi berkumpul untuk menandatangani nama cawapres. Mahfud yang menunggu di restoran lain hanya beberapa meter dari Plataran, harus menelan pil pahit.

"Dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai elemen masyarakat, maka saya putuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari parpol Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres 2019-2024 Profesor Ma'ruf Amin," kata Jokowi saat itu.

Ma'ruf kaget dan mengaku tak kecewa saat itu. Soal posisi ketua timses Jokowi-Ma'ruf juga sempat jadi teka-teki sebelum akhirnya pengusaha Erick Thohir yang ditunjuk pada 7 September 2018.

Erick yang bersahabat dengan Sandi, kini fokus membantu pemenangan Jokowi. Lain Jokowi, lain cerita Prabowo. Prabowo mesti keliling sana sini dalam mencari tiket Pilpres 2019.

Safari politik dilakukan Prabowo dengan kerap mengunjungi pimpinan partai yang kini menjadi koalisinya. Yang jadi perhatian khusus publik, Prabowo bertukar kunjungan dengan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pertemuan pertama Prabowo dengan SBY untuk membahas koalisi Pilpres 2019 terjadi pada Selasa 24 Juli 2018. SBY lantas balas mengunjungi Prabowo pada Senin 30 Juli 2018.

Gerindra dan Demokrat akhirnya sepakat berkoalisi. "Ada kehendak dari kedua pihak untuk menjalin suatu sinergi, suatu kerja sama yang erat dalam menghadapi keadaan negara yang dalam kesulitan," kata Prabowo dalam jumpa pers bersama SBY di rumahnya, Jl Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dua partai ini awalnya masih akur sampai isu cawapres menjadi kisah yang tak terlupakan oleh publik.

Elite Demokrat bahkan sangat marah dengan Prabowo. Kala itu, duet Prabowo-Sandiaga Uno tiba-tiba mencuat. Padahal, hasil Ijtimak Ulama I saat itu merekomendasikan Ustaz Abdul Somad Batubara atau Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri sebagai cawapres Prabowo.

Prabowo mempertimbangkan dua nama itu termasuk kader Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra SBY. "Prabowo ternyata kardus. Malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan.

Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus," kata Wasekjen Demokrat Andi Arief, Rabu (8/8/2018).

Sontak pernyataan Andi bikin panas hubungan Prabowo-SBY dan dua partai. Bahkan, Andi saat itu menyebut bahwa Demokrat akan meninggalkan koalisi dengan Gerindra, PAN dan PKS. Besoknya, Prabowo mengunjungi SBY. "Memang ada Pak Prabowo hadir sedang bicara dengan Pak SBY empat mata," kata Sekjen PD Hinca Pandjaitan di kediaman SBY, Mega Kuningan, Jaksel, Kamis (9/8/2018).

Malam itu ternyata malam deklarasi pasangan Prabowo-Sandi. Tanpa Demokrat, duet itu disahkan. Meski demikian, besok harinya pada 10 Agustus 2018, Demokrat ikut menandatangani dokumen pengusungan Prabowo-Sandi.

Drama telah berlalu. Kini, pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi resmi jadi capres-cawapres. Kedua pasangan tersebut akan mengambil nomor urut Pilpres 2019 hari ini.

(Sumber: http://detik.id/6YILIZ Detikcom gbr/idn )

Momen keakraban Joko Widodo (Jokowi) dengan rivalnya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 Prabowo Subianto di laga final Pencak Silat, Asian Games 2018 menarik perhatian publik. Sengitnya pertarungan politik menjelang Pilpres 2019 seakan terabaikan.

Momen tersebut memang terjadi bukan karena disengaja keinginan dua belah pihak. Namun, sosok Hanifan Yudani Kusumah yang berperan dengan merangkul keduanya hingga berpelukan.

Berikut Kilasan Videonya:



JOKOWI NGEVLOG:
https://www.facebook.com/Jokowi/videos/235287370490654/?t=46




Sumber: Video Oleh: CNN Indonesia, Photo Oleh: Ari-okezone



Jakarta - Drama mengiringi deklarasi Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin serta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Nama cawapres yang dipilih seolah memberi kejutan tersendiri bagi publik.
Jokowi menjadi yang pertama mendeklarasikan pasangannya. Setidaknya ada 10 nama bakal cawapres yang disebut masuk radar Jokowi sebelum akhirnya menentukan pilihan ke Ma'ruf.
Menjelang akhir masa pendaftaran capres-cawapres, nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md menguat sebagai cawapres Jokowi. Menguatnya nama Mahfud ini berawal dari Ketum PPP M Romahurmuziy yang merespons viralnya cawapres Jokowi berinisial huruf 'M'. Memang sedikit bernada candaan, namun pernyataan ini membuat cawapres Jokowi berinisial 'M' makin viral, apalagi ada Waketum PD Roy Suryo juga menyebut nama-nama yang sama, sambil melempar guyonan soal sosok 'Mr A' pendamping Prabowo yang ternyata belakang diketahui juga tidak presisi.

Tak hanya itu, Rommy juga mengungkap kriteria cawapres Jokowi yang kemudian oleh sejumlah pakar politik dinilai mengarah pada Mahfud Md. Harapan Mahfud jadi cawapres makin besar setelah ada elite PDIP yang membuka peluang itu dengan mengatakan 'boleh juga'.
Drama terus bergulir dan kemudian 'diamini' oleh Presiden Jokowi. "Depannya pakai 'M'," kata Jokowi menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (8/8) lalu.
Isu cawapres itu pun dikonfirmasi oleh Mahfud. Dia mengaku telah diminta CV dan bersiap untuk dideklarasikan sebagai cawapres.
"Kalau resminya tadi pagi diminta CV. Tadi malam lalu diberi tahu untuk stand by. Tadi pagi jadinya diminta CV," kata Mahfud kepada detikcom, Kamis (9/8/2018).
Mahfud bahkan telah menjahit kemeja putih. Dia menyebut kemeja putih merupakan favorit Jokowi.
"Terus jahit baju. Favoritnya Pak Jokowi, kemeja putih," ucapnya.
Dia pun sudah menyatakan kesediaannya jadi pendamping Jokowi. Menurutnya, hal ini merupakan panggilan sejarah dan yakin memenangi pilpres bersama Jokowi.
Selain itu, Mahfud juga sudah berada di lokasi yang tak jauh dari tempat Jokowi berkumpul dengan Ketum dan Sekjen dari 9 parpol pendukungnya di kawasan Menteng. Di sana ia sempat bertemu sejumlah media, berbicara optimisme jadi pendamping Jokowi.
Tapi jalan cerita berubah di menit akhir. Jokowi mendeklarasikan kalau Ma'ruf Amin lah yang menjadi cawapres pendampingnya di Pilpres 2019.
"Saya memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai calon Presiden RI periode 2019-2024. Keputusan ini adalah tanggung jawab besar, erat kaitannya dengan cita-cita untuk meneruskan mimpi besar Indonesia maju dalam melanjutkan pembangunan dan berkeadilan di seluruh pelosok," ujar Jokowi saat pengumuman di Restoran Plataran Menteng, Jl HOS Cokroaminoto No 42, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).
"Dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai elemen masyarakat, maka saya putuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari parpol Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres 2019-2024 Profesor Ma'ruf Amin," imbuhnya.
Deklarasi Prabowo-Sandiaga juga diiringi dengan drama. Hal itu terkait dengan nama Sandi yang jarang muncul untuk dipasangkan dengan Prabowo.
Prabowo sebenarnya sempat menyebut 3 nama yang diliriknya sebagai cawapres. Ketiga nama itu antara lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Wagub DKI Sandiaga Uno.
"Saya juga melirik... waktu itu terus terang saja melirik Pak Sandiaga Uno sehingga terwakili semangat generasi muda karena Indonesia ini milik anak-anak muda," ujar Prabowo di kediamannya, Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/7) lalu.
Seiring berjalannya waktu, digelarlah Ijtimak Ulama yang kemudian memberi rekomendasi 2 nama cawapres bagi Prabowo. Kedua nama itu ialah, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad. Namun, Somad menolak untuk jadi cawapres Prabowo. Proses pun terus berlanjut.
Untuk memperkuat koalisi, Prabowo bertemu dengan sejumlah tokoh antara lain Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hasilnya, Demokrat sepakat mendukung pencalonan Prabowo.
Nama AHY kembali digadang-gadang sebagai cawapres Prabowo. Tapi pilihan Prabowo ternyata jatuh kepada Sandiaga. Demokrat tak sepakat dengan pilihan Prabowo. Bahkan, Wasekjen Demokrat Andi Arief sempat menyebut Prabowo dengan istilah 'Jenderal Kardus'.
Lebih lanjut, Andi mengatakan Demokrat memberi dua opsi ke Prabowo. Opsi itu berisi permintaan Demokrat kepada Prabowo soal cawapres. Tapi, opsi itu tak digubris Prabowo. Dia akhirnya mendeklarasikan Sandiaga sebagai cawapres untuk mendampinginya di Pilpres 2019.
"Gerindra, PKS, dan PAN telah memberi kepercayaan kepada saya dan Saudara Sandiaga Uno untuk maju sebagai calon presiden dan calon wakil presiden Republik Indonesia," ujar Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (9/8/2018). Sumber:(haf/haf -detiknews)

[caption id="attachment_336" align="alignleft" width="300"] Jokowi di JEC, Bantul. (Foto: Usman Hadi/detikcom)[/caption]

Bantul - Presiden Joko Widodo kembali berbicara tentang politisi kompor yang pekerjaannya memperkeruh suasana dan mengoyak persatuan bangsa. Menurutnya, politisi kompor adalah contoh politisi yang tidak patut dijadikan pedoman.

"Jangan mau dikompor-kompori sama politisi yang enggak benar. Politisi-politisi yang enggak benar ya," ucap Jokowi di hadapan ribuan kades di acara peningkatan kapasitas pemerintahan desa di Jogja Expo Center (JEC) Bantul, Rabu (25/7/2018).

Jokowi berharap masyarakat tidak terbelah karena perbedaan pilihan politik di Pemilu. Menurutnya perbedaan politik adalah hal yang wajar, dan harus dihormati bersama.

"Energi kita habis nanti. Sudahlah, pilih pemimpin yang terbaik. Coblos, sudah. Rukun, sudah. Tapi memilih pemimpin harus tahu, lihat prestasinya, lihat track recordnya, lihat rekam jejaknya," ujarnya.


"Jangan karena dikompor-kompori (politisi). Sekarang kan banyak kompor, baik kompor minyak maupun kompor gas banyak," canda Jokowi disambut tawa para kades. Dalam kesempatan tersebut Jokowi juga berharap para kades menjadi aparatur terdepan yang menyejukkan masyarakat.

"Coba lihat di media sosial, yang namanya fitnah, saling mencela, hoax, kabar bohong. Habis energi kita kalau kita ngurus-ngurus kayak gitu itu. Saya titip ini yang pertama sampaikan ke rakyat kita. Jangan kerbawa suasana karena dikipas-kipasi," tutupnya.  (Sumber: Detiknews- mbr/mbr)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo turut hadir dalam perhelatan We The Fest (WTF) 2018 hari terakhir, yang diadakan di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Minggu (22/7/2018). Jokowi datang ketika band White Shoes and The Couples Company menembangkan lagu ‘Lembe-Lembe’ sehingga membuat pengunjung heboh.

Jokowi rupanya tidak hanya menyaksikan para musisi-musisi yang hadir. Dalam kunjungan singkatnya, orang nomor satu di Indonesia itu tampak membeli kaos.

“Iya (datang ke sini), beli kaos juga,” kata Jokowi.

Sementara itu, penampilan White Shoes and The Couples Company mendapat respons positif dari Jokowi. Aransemen musik dari Sari cs dinilai mampu memuaskan kuping Presiden Jokowi.

“Ya bagus (bandnya). Memperkenalkan lagu daerah dengan aransemen musik kekinian ya. Diaransemen lagi, dicocokkan dengan tema. White Shoes tadi bagus sekali,” sambungnya.

Jokowi tak hanya mengapresiasi para musisi yang tampil, melainkan dirinya juga berkomentar tentang industri kreatif saat ini. Mengingat We The Fest 2018 telah berjalan dari tahun ke tahun sejak 2014 lalu.

“Kita punya potensi besar karena negara kita ini punya 714 suku dengan adat dan tradisi yang berbeda-beda. Itu patut diangkat baik itu dalam hal fashion, kuliner, musik, semuanya bisa. Kalau bisa diangkat dengan benar, bisa jadi satu kekuatan, potensi,” tukasnya. (LID-OKEZONE / PFM)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget